Berjilbab Itu Sehat

Berbagai penelitian baik dalam maupun luar negeri ternyata membuktikan bahwa terkena sinar ultraviolet (UV) secara sering dan dalam waktu lama dapat memicu terjadinya kanker kulit dan penuaan dini. Karena lapisan kulit wanita lebih tipis ketimbang pria, jadi kaum hawa lebih rentan akan resiko terkena kanker kulit.. Wah bahaya sekali!
Dermatolog New York, dr Diane Berson mengungkapkan bahwa tidak sering melindungisaat menghabiskan waktu di bawah sinar matahari dapat memicu terjadinya penuaan dini pada kulit.
Sedang seorang pakar ilmu kesehatan dari universitas Muhammadiyah Yogyajkarta (UMY) Dr Warih Andan Puspitosari berpendapat bahwa sinar matahari dapat menimbulkan berbagai kelainan kulit, seperti sunburn (kulit merah-merah), solar keratosis, solar urticaria, photosensitivity, dan kanker kulit.
Jadi untuk kamu para wanita apa masih ragu mengenakan jilbab? Ternyata selain membuat wanita tampak lebih cantik, anggun dan lebih mulia, jilbab juga terbukti mencegak kanker kulit dan menghambat proses penuaan. Siapa sih yang gak mau?

Ada beberapa jenis model jilbab yang di kenal wanita muslim, seperti jilbab segi tigajilbab parisjilbab pasmina dan yang sempat populer beberapa saat yang lalu jilbab dua warna. Seharusnya dalam memakai jilbab bukan hanya sekedar untuk penampilan semata, tetapi sebagai kewajiban kaum wanita muslimah. Berikut beberapa cara menggunakan jilbab modern dan juga cantik :
Jika ingin mengkreasikan dua kerudung menjadi satu style jilbab yang trendy dan cantik ikuti langkah berikut ini

Jilbab 2 warna merah biru

 

Cara Memakai Jilbab Modis

Wanita yang enggan untuk memakai jilbab karena mereka menganggap mengurangi tampilan modis mereka, padahal jilbab merupakan penutup aurat yang wajib untuk dikenakan. Jilbab modern bisa menjadi solusi untuk mereka.

Cara Pakai Jilbab modis

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita… (QS an-Nur [24]: 31)

Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami

Sebenarnya jerawat adalah salah satu penyakit alamiah yang dapat terjadi pada setiap orang, entah itu karena pola makan, pola hidup ataupun karena pengaruh hormon pada tubuh kita.

Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan Putih Telur

Terlebih dahulu pisahkanlah kuning telur, dan ambillah putih telurnya saja. lalu kocok sebentar dan oleskan ke wajah dan diamkan selama kurang lebih 15 menit. Putih telur ini akan membantu mengurangu minyak yang banyak timbul disekitar wajah.

 Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan  Bawang Putih

Saya rasa sebagian dari sahabat pasti sudah pada mengetahui khasiat bawang putih yang dapat menghilangkan jerawat. Sebenarnya ada 2 cara dalam menggunakan bawang putih ini, tetapi semua tergantung cara mana yang sahabat pilih. Yang pertama dengan memakan satu atau lebih bawang putih setiap hari dan kedua adlah dengan menumbuk beberapa bawang putih dan olekan ke bagian wajah yang berjerawat, atau irislah bawang putih tipis-tipis dan tempelkan ke jerawat sahabat.

 Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan Pasta Gigi

Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan pasta gigi yang berbentuk pasta bukan yang berbentuk gel. Caranya adalah oleskanlah pasta gigi pada jerawat atau bagian sekitart jerawat sebelum tidur. Lalu biarkanlah semalaman atau sampai besok pagi setelah itu bilaslah dengan air bersih.

 

Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan Tanaman Lidah Buaya
Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan Tanaman Lidah Buaya

Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan Tanaman Lidah Buaya

Selain pasta gigi tanaman lidah buaya juga mempunyai khasiat yang baik untuk menghilangkan jerawat. Caranya adalah ambilah satu daun lidah buaya, lalu potonglah menjadi beberapa bagian, kupaslah kulit luarnya dan oleskan ke bagian yang terdapat jerawat. Sebaiknya lakukan cara ini berulang-ulang setiap pagi dan sore. Selain dapat menghilangakan jerawat lidah buaya juga dapat menghilangkan bekas jerawat yang membandel. 

Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan Tomat

Sebenarnya tomat ini berkhasiat untuk menghilangkan komedo yang membandel didaerah T.  Caranya adalah irislah tomat menjadi 2 bagian dan oleskan ke wajah yang berjerawta selama 15 menit sampai 1 jam lalu bilaslah dengan air bersih.

 

Demikian cara menghilangkan jerawat secara alami mudah-mudahan bermanfaat..:)

Tata Cara Mengurus Jenazah Muslim dan Menguburnya

]  Indonesia –  Indonesian – [ إندونيسي

Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa

 Dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

 

Terjemah: Muhammad Iqbal A. Gazali

Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

 

 

 

2011 – 1432


﴿ صفة تجهيز الميت المسلم ودفنه﴾

« باللغة الإندونيسية »

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

الشيخ محمد بن صالح العثيمين

ترجمة: محمد إقبال أحمد غزالي

مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو

2011 – 1432


 

Tata Cara Mengurus Jenazah Muslim Dan Menguburnya

          Pertanyaan 1:   Bagaimana cara memandikan jenazah? Apakah nasehat Syaikh kepada para penuntut ilmu dalam hal itu dan yang mau memandikan jenazah?

Jawaban 1:  Tata cara memandikan jenazah adalah  melaksanakannya di tempat tertutup yang tidak dilihat orang lain, tidak ada yang hadir selain yang ikut memandikan atau yang membantunya. Kemudian dilepas pakaiannya setelah diletakkan kain di atas auratnya sehingga tidak terlihat. Kemudian mengeluarkan kotoran yang diperutnya dan membersihkannya. Kemudian diwudhukan seperti wudhu untuk shalat, namun para ulama mengatakan  tidak memasukkan air ke hidung dan mulutnya. Sesungguhnya hanya menggunkan kain yang dibasahi dan digosokkan ke gigi dan dalam hidungnya. Kemudian setelah itu dibasuh kepalanya kemudian dibasuh semua tubuhnya, dimulai dari sebelah kanan dan sebelah kemudian menyusul sebelah kiri. Sebaiknya diberikan daun bidara di air karena ia membersihkan, dibasuh kepala dan jenggotnya dengan buih daun bidara. Dan juga diberikan kapur barus atau sedikit dari kapur barus dalam basuhan terakhir, karena Nabi Muhammad  shallallahu ‘alahi wa sallam menyuruh dengan hal itu kepada para wanita yang memandikan putrinya :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (اِجْعَلْنَ فِى الْغَسْلَةِ اْلأَخِيْرَةِ كَافُوْرًا أَوْ شَيْئًا مِنْ كَافُوْرٍ) متفق عليه

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Jadikanlah dalam basuhan terakhir kapur atau sedikit dari kapur. ‘ [1] kemudian mengeringkannya lalu meletakkannya di kafannya.

Memandikan jenazah adalah fardhu kifayah –sebagaimana sudah diketahui- apabila dilakukan oleh orang lain gugurlah kewajiban itu dari yang lain. Atas dasar ini, siapa yang melaksanakannya berarti ia telah melaksanakan fardhu kifayah, diberi pahala atasnya pahala fardhu. sebaiknya yang memandikannya adalah orang yang mengetahui tata cara memandikan secara syar’i dan tidak mesti harus penuntut ilmu yang melakukan hal itu secara langsung, karena penuntut ilmu terkadang sibuk dengan sesuatu yang lebih penting, di mana sesungguhnya memandikan jenazah bisa dilakukan oleh orang yang memadai dari sisi tanggung jawab, akan tetapi mereka wajib diberikan pemahaman tata cara memandikan jenazah, mengkafani, sehingga mereka memahami tugas mereka. Wallahu A’lam.

Syaikh Muhammad al-Utsaimin – Fatawa fi ahkamil janaiz hal. 86 – dikumpulkan dan disusun oleh Fahd alu Sulaiman.

Pertanyaan 2 : Kami mengharapkan penjelasan dengan menulis apa-apa yang harus dan yang wajib pada seorang muslim saat mengubur dan menyiapkan penguburannya, juga menuliskan apa-apa yang sunnah dalam bab ini.

Jawaban 2 :  Apabila sudah pasti meninggalnya seorang muslim, disyari’atkan bagi orang yang ada di sekitarnya memejamkan matanya, mengikat rahangnya dan menutupinya, dan segera mengurusnya. Dimulai dengan memandikannya secara syar’i yaitu membasuh kedua tangannya, kemudian mengelurkan kotoran dari perutnya, mewudhukannya seperti wudhu shalat. Kemudian dibasuh kepala dan jenggotnya dengan air yang dicampur dengan daun bidara atau semisalnya berupa sabun atau asynaan[2]. Kemudian menyiram air di sebelah kanan, kemudian sebelah kiri. Kemudian melakukan hal yang sama yang kedua dan ketiga. Jika belum bersih, ditambah hingga lima kali atau tujuh kali dan berikan kapur barus dibasuhan terakhir jika ada. Dan setelah itu diberikan minyak wangi  di lipatan kaki dan tangannya, tempat-tempat sujudnya, dan jika ia diberikan minyak wangi di seluruh bagian tubuh nya maka lebih baik. Jika ia mencukupkan dengan sekali mandi saja maka hal itu boleh. Rambut perempuan diikat tiga ikatan (sanggul) dan diletakkan di belakangnya. Kemudian dikafani (jenazah laki-laki) dengan tiga kain putih yang tidak ada padanya pakaian dan surban, dilipat satu persatu. Dan boleh dikafan pada pakaian, sarung dan satu lipatan, atau satu lipatan saja. Perempuan dikafani  dengan lima helai kain yaitu pakaian, penutup kepala, kain dan dua lipatan. Dan jika dikafan pada satu lipatan juga boleh, dan dishalatkan atasnya  shalat jenazah secara syar’i, takbir dan membaca al-Fatihah, takbir dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam, kemudian takbir dan berdoa untuk mayit, dan jika ia membaca doa yang ma’tsur maka lebih baik, di antaranya :

(اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا, وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا. اَللّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلإِيْمَانِ, اَللّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ, وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ, وَأَبْدِلْهُ دَاراً خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ) رواه أحمد ومسلم

‘Ya Allah, ampuni yang hidup dan mati dari kami, yang hadir dan tidak hadir dari kami, yang kecil dan besar dari kami, laki-laki dan perempuan dari kami. Ya Allah, siapa yang Engkau hidupkan dari kami maka hidupkan ia di atas Islam dan siapa yang Engkau wafatkan dari kami maka wafatkan ia di atas iman. Ya Allah, jangan Engkau menghalangi kami untuk memperoleh pahalanya dan janganlah Engkau sesatkan kami sepeninggalnya. Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkan dia (dari hal yang tidak disukai), maafkanlah dia, muliakannlah tempatnya, luaskanlah kuburnya, dan mandikanlah dia dengan air, salju dan es. Bersihkanlah dia dari segala dosa dan kesalahan sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia) dan berilah dia keluarga yang lebih baik dari pada keluarganya (di dunia(. Masukkanlah ia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka.’[3] Kemudian takbir ke empat dan satu kali salam ke sebelah kanan.

Jenazah tidak boleh diikuti dengan penerangan lampu, tidak boleh ditinggikan suara dalam berdoa bersamanya dan tidak pula tahlil. Jenazah diletakkan di lahat jika memungkinkan, jika tidak bisa dibuat shaqq (lobang di tengah kubur). Setelah kubur diratakan tanah, dianjurkan para hadirin agar berdiri sesaat, memohon ampun untuknya dan memohon keteguhan baginya. Tidak boleh ditunda kecuali dalam batas kebutuhan mengurusnya atau menunggu datang kerabatnya, atau tetangganya, apabila hal itu tidak terlalu lama menurut pandangan umum, berdasarkan sabda Nabi Muhammad  shallallahu ‘alahi wa sallam :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (أَسْرِعُوْا بِالْجَنَازَةِ) متفق عليه

Segeralah mengurus jenazah.’[4]al-Hadits. Tidak boleh diadakah walimah atau tidak boleh didirikan tenda dan semisalnya, yang biasa dinamakan tanda berduka cita. Orang yang tidak sempat shalat atasnya boleh shalat di atas kuburnya apabila ia berada di kuburan si mayit hingga batas dua bulan. Sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam shalat di atas kubur Ummu Sa’ad radhiyallahu ‘anha setelah dikuburkan satu bulan.’[5]

Tidak boleh menguburkan seorang muslim di pemakaman kaum Nashrani dan orang-orang kafir lainnya seperti Yahudi, komunis dan penyembah berhala (paganisme).

Wabillahit taufiq, semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Fatawa Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa 8/353.


[1] HR. al-Bukhari 1253, 1254, 1258, 1263 dan Muslim 939.

[2] Jenis tumbuhan yang tumbuh di tanah berpasir, ia biasa digunakan atau abunya dalam mencuci pakaian atau tangan (dikutip dari Mu’jam Wasith).

[3] HR. Ahmad 2/368, 6/23,28, dan Muslim 963 dan selain keduanya.

[4]  HR. al-Bukhari1315 dan Muslim 933.

[5] HR. at-Tirmidzi 1038, Ibnu Abi Syaibah 11935, ath-Thabrani dalam al-Kabir 5378, al-Baihaqi dalam al-Kubra 6812, 6813 secara mursal dari hadits Sa’id bin Musayyab.

Resep Cara Membuat Es Cendol

Es cendol atau Es dawet biasa kita temukan dimana saja. Itu berarti es cendol ini begitu terkenal yaaa…

Resep Cara Membuat Es Cendol Sendiri Segar dan Mudah Untuk menu minuman disiang-siang yang panas, resep es cendol bisa jadi salah satu menu pilihan utama. Selain resep es cendol ini mengunakan bahan-bahan yang aman, juga mengandung banyak gizi. Resep es cendol ini juga menyimpan banyak energi untuk kita, jadi cocok banget nih buat sobat onliners yang sedang menjalankan banyak aktivitas…

Udah rasa haus hilang, kenyang juga, pokoknya nikmat dan enak banget yaa..

Es Cendol
Bahan Es Cendol :
100 gr tepung hunkwe
50 gr tepung beras
100 ml air daun pandan dan suji
600 ml air
1 sdt garam
Bahan Pelengkap Es Cendol :
5 buah daging buah nangka, potong dadu
100 gr tape ketan hitam
es batu, secukupnya
 
Bahan Sirup Gula Merah :
200 ml Air
500 gr gula merah
100 gr gula pasir
3 lbr daun pandan
Bahan Kuah Santan :
1500 ml santan
1 sdt garam
2 lbr daun pandan
 
Cara Membuat Es Cendol :
1. Campur sampai rata, tepung hunkwe, tepung beras, air daun pandan dan suji, air, dan garam. 
2. Siapkan air panas dalam wadah, kemudian taruh cetakan cendol di atasnya. Tuangkan adonan cendol secukupnya dan tekan-tekan sampai adonan keluar. Lakukan sampai adonan habis dan cendol matang.
3. Buat sirup gula merah dengan cara, didihkan air dan masukkan gula merah, gula pasir dan daun pandan, hingga air sirup gula merah tercampur rata dan agak kental.
4. Buat Kuah santan dengan cara, campur santan, garam dan daun pandan, masak hingga mendidih, sambil di aduk, jangan sampai santan pecah.
5. Siapkan gelas atau mangkuk, tata dan masukkan ke dalam gelas atau mangkuk 3 sdm cendol, 2 sdm nangka, 2 sdm tape ketan hitam. Beri es batu bagian atasnya, kemudian siram dengan sirup gula merah dan kuah santan. Sajikan secepatnya selagi masih dingin. Untuk 8 orang.
 
Tips membuat es cendol :
1. Kalau sobat merasa kesulitan dalam membuat cendol sendiri, sobat bisa membeli cendol yang sudah jadi di pasar ataupun supermarket, tapi harus di ingat, pilihlah cendol yang berbahan dasar alami dan tidak mengandung bahan kimia atau bahan-bahan yang bisa merusak kesehatan.
2. Untuk bahan baku, tidak harus nangka atau tape ketan hitam, tapi kalau sobat menginginkannya, sobat onliners bisa menggantinya dengan bahan lain yang sobat onliners suka. Tapi, fungsi nangka disini adalah, selain menambah rasa, nangka juga menambah aroma es cendol menjaadi lebih segar dan nikmat.
Gimana sobat, membuat es cendol itu menyenangkan bukan. Dan yang pasti, sudah gak sabar nih pengen cepet-cepet minum es cendolnya. hahaha. Coba juga ya resep minuman yang lainnya, ada resep es cincau kelapa muda, yang rasanya manis, segar dan gurih. lalu ada juga resep es koktail buah segar.

Difusi Dan Osmosis

 

Definisi

  • Osmosis adalah perpindahan pelarut dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah melalui membran semipermeable.
  • Difusi adalah proses pergerakan acak partikel-pertikel gas, cairan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah
  • Gradien konsentrasi larutan adalah perbedaan konsentrasi anatara 2 macam larutan

II.Persamaan

Osmosis dan difusi merupakan mekanisme nutrien pada waktu transport nutrien melewati membran yang bersifat pasif. Transport pasif memiliki arti bahwa mekanisme transport tersebut tidak melawan gradien konsentrasi sehingga tidak membutuhkan energi untuk melakukan mekanisme ini.

III. Perbedaan

Untuk memahami perbedaan tentang difusi dan osmosis harus dipahami konsepnya dahulu dengan baik. Perlu Anda perhatikan pada definisi masing-masing (silahkan baca ulang definisi di atas).

Dari definisi tersebut konsep yang perlu ditanamkan dengan baik bahwa:

  • Osmosis harus melewati membran. Jadi jika terjadi perpindahan pelarut tanpa melalui membran selektif semipermeabel bukanlah osmosis tetapi peristiwa tersebut adalah difusi. Perhatikan gambar berikut :

A

B

Gambar A adalah peristiwa osmosis.

penjelasan:

Gambar tersebut adalah 2 sel yang masing-masing memiliki membran plasma dan pada gambar tersebut terjadi perbedaan konsentrasi. Konsentrasi garam sebelah kanan lebih tinggi akibatnya volume pelarutnya lebih kecil dibandingkan dengan sel yang sebelah kiri.

karena definisi osmosis adalah perpindahan pelarut bukan perpindahan zat terlarut, maka akan terjadi perpindahan pelarut dari sel sebelah kiri ke sebelah kanan.

Pada gambar B, di sana tidak nampak adanya membran semipermeabel jadi peristiwa tersebut proses difusi bukan osmosis dimana yang pindah adalah partikelnya bukan pelarutnya(jika sebuah larutan), perpindahannya juga dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

dengan kata lain untuk membedakan osmosis dan difusi dapat dilihat dari 2 aspek , yaitu:

  1. ada tidaknya membran; jika tidak ada berarti difusi.
  2. objek apakah yang pindah. jika partikel yang pindah adalah difusi.

Imitasi Perbandingan Mendel

A.Tujuan
        Adapun tujuan pada praktikum ini adalah :
1.    Mendapatkan gambaran tentang kemungkinan gen-gen yang di bawa oleh gamet-gametakan bertemu secara acak (random).
2.   Melakukan pengujian lewat tes “Chi-square” untuk mengetahui apakah hasil yang di dapat bisa di anggap baik ataukah tidak.
B.Dasar Teori
        Teori pertama tentang pewarisan sifat yang dapat di terima kebenarannya di temukan oleh Gregor Mendel pada tahun 1865.Dalam percobaannya,Mendel memilih tanaman yang memiliki sifat biologis yang mudah di amati.Mendel mempelajari beberapa pasang sifat pada tanaman kapri di mulai monohibrid,sampai pada polihibrid.Hasil penyilangan pada satu sifat beda pada generasi pertamanya tidak menunjukkan campuran dari sifat induknya.Sementara pada generasi berikutnya sifat yang muncul pada generasi pertama akan muncul ¾ bagian.Sedangkan sifat induknya yang tidak muncul pada generasi pertamanya akan muncul pada generasi kedua sebesar ¼ bagian.Sehingga rasio nya 3: 1. (Nugroho dan Sumardi ,2004)
        Sifat keturunan yang di amati/lihat (warna,bentuk,dan ukuran) dinamakan fenotip.Sifat dasar yang tak tampak dan tetap (tidak berubah-ubah karena lingkungan) pada individu dinamakan genotip.(Suryo,2004)
        Sejauh ini,kita menggunakan contoh-contoh dominansi dan resesip yang sempurna saja,dimana individual heterozigot secara fenotipis tidak bisa di bedakan dari individu homozigot dominan.Nyatanya,banyak alela yang terdapat pada tanaman dan hewan yang tidak mengikuti sistem ini.Misalnya pada bunga pukul empat, Mirabilis  jalapa , jika tanaman ini homozigotik dengan bunga putih di silangkan dengan tanaman homozigotik bunga merah,maka keturunannya (yang heterozigotik) memproduksi bunga merah muda.Dan jika tanaman F1 ini di persilangkan,akan di produksi tanaman-tanaman F2 dalam rasio 1:2:1.Fenomena ini di sebut dominansi tidak sempurna. (Pai ,1992)
        Untuk beberapa gen terdapat dominanasi tak sempurna ,dimana dihibrid F1 mempunyai penampakan  yang berada di antara fenotip kedua varietas induknya.Ketika alel dominan hadir bersama-sama dengan alel resesip di dalam satu genotip yang heterozigot,alel-alel tersebut sesungguhnya sama sekali tidak berinteraksi satu sama lain.Dominansi dan keresesipan ini  baru hadir dalam jalur dari genotip ke fenotip.(Campbell dkk,2002)
        Beberapa kesimpulan penting dapat diambil dari perkawinan dua individu dengan satu sifat beda,yaitu :
1.    Semua individu F1 seragam.
2.   Jika dominansi nampak sepenuhnya,maka individu F1 memiliki fenotip spt induknya yang dominan.
3.   Pada waktu individu F1 yang heterozigotik itu membentuk gamet-gamet,maka terjadilah pemisahan alel,sehingga gamet hanya memiliki satu alel saja.
4.   Jika dominansi nampak sepenuhnnya,maka perkawinan monohibrid (Tt >< Tt) menghasilkan keturunan yang memperlihatkan perbandingan fenotip 3:1 (ysitu ¾ tinggi : ¼ kerdil),tetapi memperlihatkan perbandingan genotip 1:2 :1 (yaitu ¼ TT : 2/4 Tt : ¼ tt). (Suryo,2004)
Hukum mendel I atau hukum segregasi yang berbunyi “pasangan alel akan berpisah pada saat pembentukan gamet dan masing –masing gamet akan bertemu secara random (acak) pada sat pembuahan.Alel dominan di simbolkan dengan huruf kecil. (Nugroho dan sumardi,2004)
Hasil penelitian denga d ua sifat beda menunjukkan kombinasi 9:3:3:1.Hal ini menunjukkan bahwa antara alel satu dengan alel yang lain tidak saling mempengaruhi.Keadaan ini sering di sebut dengan hukum Mendel II atau hukum pengelompokkan secara bebas. (Nugroho dan sumardi,2004)
Formulasi hukum Mendel II ,yaitu hukum pilihan acak yang
menyatakan bahwa gen-gen yang menetukan sifat-sifat yang satu dengan yang lain dan sebab itu akan timbul lagi pilihan acak pada keturunnnya. (Pai,1992)
Apabila domonansi nampak penuh ,maka perkawinan dihibrid menghasilka keturunan dengan perbandingan fenotip 9:3:3:1.Pada semidominansi (artinya domonansi tidak tampak penuh,sehingga ada sifat intermedier) maka hasil perkawinan monohibrid menghasikan keturunan dengan perbandingan 1:2:1.Tentunya mudah di mengerti bahwa pada semidominansi,perkawinan dihibrid akan mengahsilkan keturunan dengan perbandingan 1:2:1:2:4:2:1:2:1. (Suryo,2004)
Dalam suatu percobaan jarang di temukan hasil yang tepat betul,karena selalu saja ada penyimpangan.Yang menjadi masalah ialah berapa banyak penyimpangan yang masih bisa kita terima.Menurut perhitungan para ahli statistik tingkat kepercayaan itu adalah 5% yang masih di anggap batas normal penyimpangan.Untuk percobaaan genetika sederhana biasanya di lakukan analisis Chi-square. (Nio,Tjan kwiau,1990)
Chi kuadrat adalah uji nyata apakah data yang di peroleh benar menyimpang dari nisbah yang di harapkan,tidak secara betul.Perbandingan yang di harapkan berdasarkan pemisahan hipotesis berdasarkan pemisahan alel secara bebas. (Kusdianti. L,1986).
Perlu di adakan evaluasi terhadap kebenaran atau tidaknya hasil percobaan yang kita lakukan di bandingkan dengan keadaan secara teoritis.suatu cara untuk mengadakan evaluasi itu adalah melakukan test “chi-squre”.Di nyatakan dengan rumus :
X = Sigma (xKuadrat/e)
e = hasil yang di ramal/di harapkan (inggrisnya “expected”)
d = deviasi / penyimpangan (inggrisnya “observed”) dan hasil yang diramal.
( Suryo,2004)
Dalam perhitungan nanti,harus di perhatikan pula besarnya derajat kebebasan (bahasa inggrisnya : degree of freedom),yang nilainya sama dengan jumlah kelas fenotip di kurangi dengan satu.Dalam tabel,makin kekanan nilai kemumgkinan itu makin menjauhi nilai 1,yang berarti bahwa data hasil percobaan yang di peroleh itu tidak baik.Makin kekiri nilai kemungkinan makin mendekati 1 (100%),yang berarti bahwa data percobaan yang di peroleh adalah baik.Apabila nilai x2 yang di dapat dari perhitungan terletak di bawah kolom nilai kemungkinan 0,05 atau kurang (0,1 atau 0,01) itu berarti bahwa faktor kebetulan hanya berpengaruh sebanyak 5% atu kurang,sehingga data percobaan yang di dapat di nyatakan buruk.Apabila nilai x2 yang di dapat dari perhitungan letaknya di dalam kolom kemungkinan 0,01 atau ahkan 0,001 itu berarti bahwa data yang di peroleh pada percobaan itu sangat buruk. (Suryo,2004)
Frekuensi gen merupakan pernyataan matematis suatu gen yang tersebar dalam suatu populasi yang bereproduksi secara seksual.Bagi suatu lokus genetik yang memiliki produk gen lebih dari 1 atau bersifat alelik,maka frekuensi gen terrsebut juga frekuensi alel dari lokus tersebut.Dalam hal ini perlu di perhatikan bahwa untuk menghitung frekuensi suatu gen atau frekuensi alel perlu di ketahui dulu sebaran genotip dalam populasi yang di periksa. (Sofro, A.S ,1992)
C.     Alat dan Bahan
ü Alat :
1.    Kantong yang sebaiknya dari kain supaya tidak mudah sobek,lagipula isinya tidak dapat di lihat dari luar.
ü Bahan :
1.    Kancing/bola kecil terbuat dari plastik yang ukurannya sama tetapi warna berlainan (misalnya,ada yang berwana merah dan ada yang putih)
2.   Kancing yang ukurannya sama tetapi warna berlainan dan 2 kancing beda warna yang di satukan.(Misal merah dengan biru atau putih dengan abu-abu)
D. Cara Kerja
 Cara kerja sesuai dengan buku petunjuk Praktikum.
E. Hasil Percobaan
1.      Ada dominansi Penuh (hasil Perorangan )
Tabel monohibrid dominansi penuh (3:1)
Pengambilan ke-
RR (merah )
Rr (merah)
rr (putih)
1
ü
2
ü
3
ü
4
ü
5
ü
6
ü
7
ü
8
ü
9
ü
10
ü
11
ü
12
ü
Jumlah
3
7
2
Perhitungan “chi-square test”
Merah
Putih
Jumlah
O
10
2
12
E
9
3
12
d
1
1
0
(d-1/2)
1/2
1/2
-
(d-1/2)2
1/4
1/4
-
X2
¼ :9 =0,028
¼ :3 =0,083
0,111
X2 = 0,028 + 0,083 = 0,111
DK = 2-1 =1
K(1) = antara 0,70 dan 0,90
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih besar dari 0,05 atau berada di sebelah kiri 0,05 maka deviasi tidak berarti dan percobaan di anggap baik atau benar.Semakin ke kiri,hasilnya semakin baik.
2.Dominansi tidak Penuh (hasil perorangan)
Tabel monohibrid dominansi tidak  penuh (1:2:1)
Pengambilan ke-
RR (merah )
Rr (merahmuda)
rr (putih)
1
ü
2
ü
3
ü
4
ü
5
ü
6
ü
7
ü
8
ü
9
ü
10
ü
11
ü
12
ü
Jumlah
3
6
3
Perhitungan “chi-square test”
Merah
Merahmuda
Putih
Jumlah
O
3
6
3
12
E
3
6
3
12
d
0
0
0
  d2
0
0
0
  x2
0
0
0
0
X2 = 0 + 0 +0 = 0
DK = 3-1 =2
K(2) = antara 0,70 dan 0,90
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih besar dari 0,05 atau berada di paling kiri 0,05 maka deviasi sama sekali tidak berarti dan percobaan sangat sempurna.
3.Dominansi Penuh (monohibrid) Hasil kelas
Tabel monohibrid dominansi  penuh (3:1)
No
Nama
RR (merah )
Rr (merah)
rr (putih)
1
Aziz Hidayat
2
6
4
2
Rufina Udin
5
1
6
3
Kiki Setia .U
5
5
2
4
Azizah Dwi.K
3
7
2
5
Ulfah .R
3
7
2
6
Warraihan
2
8
2
7
Ria Agustina
3
7
2
8
Nike Tia.S
2
6
4
9
Annisa .R
4
5
3
10
Ema Lusiana
4
4
4
Jumlah
33
56
31
Perhitungan “chi-square test”
Merah
Putih
Jumlah
O
89
31
120
E
90
30
120
d
1
1
0
(d-1/2)
½
1/2
-
(d-1/2)2
¼
1/4
-
X2
¼ :90 =0,002
¼ :30 =0,008
0,001
X2 = 0,002 + 0,008 = 0,001
DK = 2-1 =1
K(1) = antara 0,90 dan 0,99
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih besar dari 0,05 atau berada di paling kiri 0,05 maka deviasi sama sekali tidak berarti dan percobaan di anggap sangat baik.
4.Dominansi tidak Penuh Monohibrid (hasil kelas)
Tabel monohibrid dominansi tidak  penuh (1:2:1)
No
Nama
RR (merah )
Rr (merahmuda)
rr (putih)
1
Aziz Hidayat
1
6
5
2
Rufina Udin
4
7
1
3
Kiki Setia .U
5
6
1
4
Azizah Dwi.K
4
4
4
5
Ulfah .R
4
7
1
6
Warraihan
4
5
3
7
Ria Agustina
3
6
3
8
Nike Tia.S
2
5
5
9
Annisa .R
4
4
4
10
Ema Lusiana
2
6
4
Jumlah
33
56
31
Perhitungan “chi-square test”
Merah
Merahmuda
Putih
Jumlah
O
33
56
31
120
E
30
60
30
120
d
3
4
1
  d2
9
16
1
  x2
9/30= 0,3
16/60 = 0,267
1/30= 0,033
0,60
X2 = 0,60
DK = 3-1 =2
K(2) = antara 0,70 dan 0,90
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih besar dari 0,05 atau berada di paling kiri 0,05 maka deviasi sama sekali tidak berarti dan percobaan  sempurna.
5.Dihibrid Dominansi Penuh ( Hasil Perorangan )
Tabel Dihibrid dominansi  penuh (9:3:3:1)
Pengambilan ke-
R-B-(merah biru )
R-bb (merah abu2)
rrB- (putih biru)
Rrbb (putih abu2)
1
ü
2
ü
3
ü
4
ü
5
ü
6
ü
7
ü
8
ü
9
ü
10
ü
11
ü
12
ü
13
ü
14
ü
15
ü
16
ü
Jumlah
9
2
5
Perhitungan “chi-square test”
Merah-bulat
Merah-oval
Putih-bulat
Putih-oval
Jumlah
O
9
2
5
0
16
E
9
3
3
1
16
d
0
1
2
1
  d2
0
1
4
1
  x2
0
1/3 = 0,33
4/3= 1,33
1/1=1
2,66
X2 = 2,66
DK =4-1 =3
K(3) = antara 0,30 dan 0,50
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih besar dari 0,05 atau berada di sebelah kiri 0,05 maka deviasi tidak berarti dan percobaan  di anggap baik.
6.Dihibrid Dominansi Tidak Penuh ( hasil perorangan)
Tabel Dihibrid dominansi tidak  penuh (1:2:1:2:4:2:1:2:1)
Pengambilan ke-
RRBB
RRBb
RRbb
RrBB
RrBb
Rrbb
rrBB
rrBb
rrbb
1
ü
2
ü
3
ü
4
ü
5
ü
6
ü
7
ü
8
ü
9
ü
10
ü
11
ü
12
ü
13
ü
14
ü
15
ü
16
ü
Jumlah
1
0
1
3
6
3
0
1
1
Perhitungan “chi-square test”
Merah-bulat
Merah-agak bulat
Merah-oval
Merah muda-bulat
M.muda,
agkBulat
M.muda-oval
Putih-bulat
Putih-agkBulat
Putih-oval
Jumlah
O
1
0
1
3
6
3
2
0
1
1
16
E
1
2
1
2
4
d
0
2
0
1
2
1
1
1
0
d2
0
4
0
1
4
1
1
1
0
x2
0
4/2= 2
0
1/2=
0,5
4/4=
1
½=0,5
1/1=1
½=0,5
0
X2=5,5
X2 = 5,5
DK =9-1 =8
K(8) = antara 0,50 dan 0,70
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih besar dari 0,05 atau berada di sebelah kiri 0,05 maka deviasi kurang berarti dan percobaan  di anggap baik.
7.Dihibrid Dominansi Penuh (hasil kelas)
Tabel Dihibrid dominansi  penuh (9:3:3:1)
No
Nama
R-B-(merah biru )
R-bb (merah abu2)
rrB- (putih biru)
Rrbb (putih abu2)
1
Aziz Hidayat
12
3
0
1
2
Rufina Udin
5
4
2
5
3
Kiki Setia.S
9
2
5
0
4
Azizah Dwi.K
10
3
2
1
5
Ulfah .R
12
1
2
1
6
Warraihan
11
2
1
2
7
Ria Agustina
9
2
5
0
8
Nike Tia .S
10
1
4
1
9
Annisa .R
10
4
2
0
10
Ema Lusiana
12
1
3
0
Jumlah
100
23
26
11
Perhitungan “chi-square test”
R-B-
R-bb
rrB-
rrbb
Jumlah
O
100
23
26
11
160
E
90
30
30
10
160
d
10
7
4
1
  d2
100
49
16
1
  x2
100/90=
1,11
49/30 = 1,63
16/30= 0,53
1/10=0,1
3,37
X2 = 3,37
DK =4-1 =3
K(3) = antara 0,30 dan 0,50
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih besar dari 0,05 atau berada di sebelah kiri 0,05 maka deviasi tidak berarti dan percobaan  di anggap baik atau benar.
8.Dihibrid Dominansi tidak Penuh (hasil kelas)
Tabel Dihibrid dominansi tidak  penuh (1:2:1:2:4:2:1:2:1)
Nama
RRBB
RRBb
RRbb
RrBB
RrBb
Rrbb
rrBB
rrBb
rrbb
Aziz Hidayat
1
4
2
1
2
4
1
1
0
Kiki Setia .U
1
6
0
1
4
1
2
1
0
Azizah Dwi.K
3
0
2
2
6
1
0
2
0
Ulfah .R
1
2
1
0
10
0
1
1
0
Warraihan
1
2
3
2
3
2
0
0
3
Ria Agustina
1
0
1
3
6
3
0
1
1
Nike Tia.s
1
3
3
1
3
2
1
1
1
Annisa  .R
0
3
4
0
5
2
0
1
1
Ema Lusiana
1
4
0
2
5
3
0
1
0
Rufina Udin
4
1
4
0
0
5
1
0
1
Jumlah
14
25
20
12
44
23
6
9
7
Perhitungan “chi-square test”
Merah-bulat
Merah-agak bulat
Merah-oval
Merah muda-bulat
M.muda,
agkBulat
M.muda-oval
Putih-bulat
Putih-agkBulat
Putih-oval
Jumlah
O
14
25
20
12
44
23
6
9
7
160
E
10
20
10
20
40
20
10
20
10
160
d
4
5
10
8
4
3
4
11
3
d2
16
25
100
64
16
9
16
121
0
x2
16/10=1,6
25/20=
1,25
100/10=10
64/20=
3,2
16/40=0,4
9/20=0,45
16/10=1,6
121/20=6,05
9/10=0,9
X2=25,45
X2 = 25,45
DK =9-1 =8
K(8) = antara 0,01 dan 0,001
Oleh karena nilai kemungkinan masih lebih kecil dari 0,05 atau berada di sebelah kanan 0,05 maka percobaan  di anggap sangat buruk dan data tidak bisa di percaya.
F. PEMBAHASAN
Dari percobaan test imitasi genetis yang telah dilakukan,diperoleh hasil bahwa ternyata kemungkinan atau peluang yang di miliki tiap gen itu berbeda-beda.Gambaran tentang kemungkinannya gen-gen yang di bawa oleh gamet-gamet akan bertemu secara acak (random) juga berbeda.Dalam pengamatan,tiap uji percobaan memperlihatkan hasil yang berbeda-beda.Pada percobaan yang dilakukan,pada monohibrid,hasilnya cukup baik,karena semua berada disebelah kiri dari 0,05 atau lebih besar dari 0,05.Dan sesuai dengan hukum Mendel 1.
Menurut Nugroho dan Sumardi,hukum Mendel 1 berbunyi pasangan alel akan berpisah dan bertemu secara  random pada saat pembuahan.Hal tersebut terjadi pada persilangan monohibrid dengan dua kemungkinan,yaitu dominansi penuh dan tidak penuh.Pada Dominansi penuh,akan didapat keturunan dengan rasio fenotip 3:1.Pada percobaan dengan dominansi penuh disilangkan genotip Rr yaitu merah dengan Rr yang dihasilkan 3R-: 1rr.
P.      Rr     ><      Rr
merah       merah
F1.            RR,Rr,Rr,rr
Ket : RR (merah) 25%,Rr (merah) 50%,rr (putih) 25%
        Suryo (2004) dalam bukunya yang berjudul Genetika Strata-1 berpendapat bahwa “tes x2” di gunakan untuk melakukan pengujian apakah data percobaan itu baik atau tidak.Pada hasil perseorangan dalam percobaan,di peroleh X2 = 0,111,dimana 0,111 berada pada nilai kemungkinan antara 0,70 dan 0,90.Sehingga hasil tersebut di ketahui cukup baik.
        Semakin dekat nilai ratio kenyataaan yang di sebut o (onservation) terhadap ratio teoritis yang di sebut e (expected),semakin sempurna data yang di pakai,berarti semakin bagus pernyataan fenotipnya.Jika perbandingan antara o/e mendekati angka 1,berarti data yang di dapat semakin bagus,dan pernyataan fenotip tentang karakter yang diselidiki mendekati sempurna.Akan tetapi jika o/e menjauhi angka 1,data itu birik dan pernyataan fenotip tentang karakter yang diselidiki berarti dipengaruhi faktor lain.Dapat karena faktor lingkungan atau jumlah objek yang diamati terlalu sedikit.
        Pada persilangan monohibrid dominansi tidak penuh (percobaan perseorangan),muncul sifat intermedier,yaitu merah muda.Dengan x2=0 dengan expected 3:6:3 yang hasilnya o= 3:6:3,sehingga data percobaan sangat sempurna.
        Pada persilangan monohibrid dominansi tidak penuh (data kelas),di peroleh x2=0,60 ,yang mana kemungkinanya antara 0,70 dan 0,90.Dapat disimpulkan bahwa hasil yang di peroleh signifikan,sehingga hipotesis diterima.Nilai tersebut disebelah kiri 0,05,sehingga data percobaan tersebut baik.
        Pai ,Anna . C mengatakan bahwa gen-gen yang menentukan sifat yang berbeda akan berpisah secara bebas dan akan timbul lagi secara acak pada keturunannya.Hal tersebut terjadi pada persilangan dihibrid.Seperti halnya persilangan monohibrid,persilangan dihibrid ada yang menunjukkan dominansi penuh dan tidak penuh.Pada dominansi penuh,akan didapatkan perbandingan fenotip 9:3:3:1,sedangkan pada dominansi tidak penuh akan diperoleh perbandingan 1:2:1:2:4:2:1:2:1.
        Menurut Asworo ,Joko dan Yusa (2006),persilangan dihibrid dominansi tidak penuh dinamakan pula persilangan dihibrid intermediet.Ciri persilangan jenis ini ialah jika sifat individu hasil persilangan tidak sama dengan salah satu sifat induknya.Sebagai contoh,tanaman semangka berbiji banyak dan berasa manis (BBMM) disilangkan dengan semangka berbiji sedikit dan berasa hambar (bbmm) akan menghasilkan semangka berbiji sedang dan berasa sedang (BbMm).Sifat ini berbeda dengan induknya.
        Pada persilangan dihibrid dominansi penuh (hasil perseorangan),diperoleh x2=2,66 dan nilai K berada di antara 0,30 dan 0,50.Hal tsb menandakan percobaan dianggap baik atau benar.
        Pada persilangan dihibrid dominansi penuh (hasil kelas),diperoleh x2= 5,5 dengan nilai K antara 0,50 dan 0,70 dan persilangan dominansi penuh (hasil kelas) diperoleh x2= 3,37 dengan K antara 0,30 dan 0,50.Sehingga data percobaan dianggap baik.
        Namun,pada dihibrid dominansi tidak penuh (hasil kelas),diperoleh x2=25,45,dengan nlai K antara 0,001 dan 0,01 yang menandakan percobaan tersebut sangat buruk sebab nilai K berada di sebelah kiri 0,05.Dapat dikatakan,data percobaan tidak bisa dipercaya.
        Pada 8 tabel yang ada,terdapat 1 tabel dimana hasil x2 sangat buruk,yaitu pada persilangan dihibrid dominansi tidak penuh (hassil kelas) dan pada 7 tabel lainnya menghasilkan x2 yang baik.Dengan demikian,pada percobaan-percobaan tersebut Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II benar-benar berfungsi.
        Data yang buruk berarti pernyataan fenotip tentang karakter yang di selidiki dipengaruhi oleh suatu faktor,dapat faktor lingkungan atau jumlah objek yang diamati terlalu sedikit.

 

G.     KESIMPULAN
:D
H.     Daftar Pustaka
        Berada dlm ctt pribadi penulis yahh…

Sphygmomanometer

 
  1. Pengertian dan Fungsi Spygmomanometer

Sphygmomanometer adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah yang bekerja secara manual saat memompa maupun mengurangi tekanan pada manset, dengan sistem non-invasive.

Nama lain Sphygmomanometer adalah tensi meter

  1. Komponen Alat

- Manset

- Bola Tensi

- Slang/tubing

- Tabung Skala

- Air raksa

  1. Prinsip Kerja

Alat ini dalam penggunaannya digabung dengan manset pneumatik letaknya sedikit melingkar diatas lengan. Bagian manset dapat dipompa dengan pompa tangan kecil dengan cara ditekan, di dalam sistem ditunjukan oleh pengukur tekanan gauge atau dengan beberapa model lainnya seperti manometer air raksa. Manset dipompa dengan tekanan yang lebih besar dari tekanan darah dalam pembuluh darah yang berhubungan dengan tangan. Tekanan ini melemahkan arteri dan menghentikan aliran darah ke lengan. Tekanan di dalam manset perlahan-lahan diturunkan dengan menggunakan katub buang aliran pada pompa tangan, suatu angka akan diperoleh yakni saat tekanan manset dan tekanan tertinggi (tekanan pembuluh darah systilic) adalah sama. Pada tekanan sedikit lebih rendah di bawah ukuran ini tekanan pembuluh darah tertinggi melebihi tekanan manset dan darah dapat menyembur melalui bagian pembuluh darah tangan yang ditekan. Penyemburan darah ini menghasilkan gerak putar dan arteri menimbulkan bunyi yang dikenal sebagai suara “korotkoff” bunyi ini biasanya dideteksi dengan stetoskop yang ditempatkan diatas pembuluh darah tangan. Tekanan didalam manset selanjutnya menurun, suara korotkoff masih berlanjut hingga tercapai suatu angka hal mana tidak dihasilkan lagi gerak putar lanjutan yakni tidak adaa penyempitan dalam pembuluh darah.

Jenis-jenis Sphygmomanometer

- Merccurial

- Aneroid

- Elektronik

- Automatik

Hal yang perlu diperhatikan

- Jaga agar tidak terjadi kebocoran udara

- Kebersihan tabung skala / pembacaan skala

- Lakukan pemeliharaan sesuai jadwal

Laakukan pengujian dan kalibrasi 1 tahun sekali