Dan ketika aku sedang dihadapkan pada ko

Dan ketika aku sedang dihadapkan pada kondisi yang serba bingung, aku hanya berserah diri kepada-Mu ya Allah.
Aku bingung dengan situasi ini, aku hanya ingin mencintai seseorrang karna-Mu ya Allah.
Jika dia jodohku maka dekatkanlah, jika dia bukan jodohku maka jauhkanlah segera.
Aku tidak ingin menyakiti perasaan orang lain dan tidak ingin juga disakti orang.
Engkau yang tau segala apa yang aku rasakan sekarang ya Allah, berilah hamba petunjukmu.
Kenapa aku masih meragu dengan keputusan yang telah aku ambil??
Aku juga tidak ingin terus-terusan menjalani sesuatu hal dengan penuh keraguan.
Aku sadar aku bukanlah orang yang sempurna, aku juga sadar tidak semua hal kita inginkan dapat kita miliki.
Jauhkanlah sifat keragu-raguanku ini ya Allah.
Beri aku petunjuk-Mu…

Resep Cimol ala Tukang Cimol & bumbu Cuko

Resep Cimol ala Tukang Cimol & bumbu Cuko

Sesuai request nih dari pembaca  ditanyakan ulang deh resep cimol ke tukang cimol (yang laen – bukan yang kemaren) dan akhirnya dapat resep yang memang asli ga mental-mental :

1. yang paling penting – air yang digunakan harus mendidih dan langsung diuleni pake tangan (ga kebayang deh gimana caranya… ckckck..) – untuk takaran airnya kata tukang cimol secukupnya aja Bu..

2. Bahan2 – gunakan tepung kanji yang bagus (ni tukang cimol pake merk  S@6u T@*i – 300 gr

tepung beras 3 sdm, tepung terigu 2 sdm, 1 sendok teh baking powder, garam dan merica secukupnya (atau yang suka pakai penyedap, silahkan saja disesuaikan)

3. Cara buatnya tepung kanji yang sudah dikasih garam dan merica secukupnya dicampur dengan air mendidih lalu diuleni sambil dikasih tepung beras sampai adonannya bisa dibentuk.

Abis itu goreng deh..

kalau di tukang cimol, nih cimol dibumbuin pake bumbu instan. katanya belinya di pasar induk yang sebungkus apa sekilonya 40rb-an. Tapi aku lebih suka pake bumbu cuko sih..

Gampang kok buatnya..

– didihkan Air 350 cc

– Masukkan Gula merah kira-kira 50gram atau 1 Gandu disisir halus  + gula putih 2 sdm

– garam 2 sdt

– masukkan Cabe rawit merah atau hijau kira-kira 10 buah s.d 15 tergantung selera + 2 siung bwg putih   yang sudah  diulek halus

– Asam Jawa secukupnya (kira-kira 1 bungkus kecil yang dijual di tukang sayur gt)

-Masak hingga berbau harum

Sajikan dengan cireng.. hehehe.. selamat mencoba. Aku sih doyan. Tapi hati-hati yang punya penyakit maag.. jangan kebanyakan makan cuko nya. ntar sakit perut..

Berjilbab Itu Sehat

Berbagai penelitian baik dalam maupun luar negeri ternyata membuktikan bahwa terkena sinar ultraviolet (UV) secara sering dan dalam waktu lama dapat memicu terjadinya kanker kulit dan penuaan dini. Karena lapisan kulit wanita lebih tipis ketimbang pria, jadi kaum hawa lebih rentan akan resiko terkena kanker kulit.. Wah bahaya sekali!
Dermatolog New York, dr Diane Berson mengungkapkan bahwa tidak sering melindungisaat menghabiskan waktu di bawah sinar matahari dapat memicu terjadinya penuaan dini pada kulit.
Sedang seorang pakar ilmu kesehatan dari universitas Muhammadiyah Yogyajkarta (UMY) Dr Warih Andan Puspitosari berpendapat bahwa sinar matahari dapat menimbulkan berbagai kelainan kulit, seperti sunburn (kulit merah-merah), solar keratosis, solar urticaria, photosensitivity, dan kanker kulit.
Jadi untuk kamu para wanita apa masih ragu mengenakan jilbab? Ternyata selain membuat wanita tampak lebih cantik, anggun dan lebih mulia, jilbab juga terbukti mencegak kanker kulit dan menghambat proses penuaan. Siapa sih yang gak mau?

Ada beberapa jenis model jilbab yang di kenal wanita muslim, seperti jilbab segi tigajilbab parisjilbab pasmina dan yang sempat populer beberapa saat yang lalu jilbab dua warna. Seharusnya dalam memakai jilbab bukan hanya sekedar untuk penampilan semata, tetapi sebagai kewajiban kaum wanita muslimah. Berikut beberapa cara menggunakan jilbab modern dan juga cantik :
Jika ingin mengkreasikan dua kerudung menjadi satu style jilbab yang trendy dan cantik ikuti langkah berikut ini

Jilbab 2 warna merah biru

 

Cara Memakai Jilbab Modis

Wanita yang enggan untuk memakai jilbab karena mereka menganggap mengurangi tampilan modis mereka, padahal jilbab merupakan penutup aurat yang wajib untuk dikenakan. Jilbab modern bisa menjadi solusi untuk mereka.

Cara Pakai Jilbab modis

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita… (QS an-Nur [24]: 31)

Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami

Sebenarnya jerawat adalah salah satu penyakit alamiah yang dapat terjadi pada setiap orang, entah itu karena pola makan, pola hidup ataupun karena pengaruh hormon pada tubuh kita.

Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan Putih Telur

Terlebih dahulu pisahkanlah kuning telur, dan ambillah putih telurnya saja. lalu kocok sebentar dan oleskan ke wajah dan diamkan selama kurang lebih 15 menit. Putih telur ini akan membantu mengurangu minyak yang banyak timbul disekitar wajah.

 Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan  Bawang Putih

Saya rasa sebagian dari sahabat pasti sudah pada mengetahui khasiat bawang putih yang dapat menghilangkan jerawat. Sebenarnya ada 2 cara dalam menggunakan bawang putih ini, tetapi semua tergantung cara mana yang sahabat pilih. Yang pertama dengan memakan satu atau lebih bawang putih setiap hari dan kedua adlah dengan menumbuk beberapa bawang putih dan olekan ke bagian wajah yang berjerawat, atau irislah bawang putih tipis-tipis dan tempelkan ke jerawat sahabat.

 Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan Pasta Gigi

Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan pasta gigi yang berbentuk pasta bukan yang berbentuk gel. Caranya adalah oleskanlah pasta gigi pada jerawat atau bagian sekitart jerawat sebelum tidur. Lalu biarkanlah semalaman atau sampai besok pagi setelah itu bilaslah dengan air bersih.

 

Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan Tanaman Lidah Buaya
Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan Tanaman Lidah Buaya

Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan Tanaman Lidah Buaya

Selain pasta gigi tanaman lidah buaya juga mempunyai khasiat yang baik untuk menghilangkan jerawat. Caranya adalah ambilah satu daun lidah buaya, lalu potonglah menjadi beberapa bagian, kupaslah kulit luarnya dan oleskan ke bagian yang terdapat jerawat. Sebaiknya lakukan cara ini berulang-ulang setiap pagi dan sore. Selain dapat menghilangakan jerawat lidah buaya juga dapat menghilangkan bekas jerawat yang membandel. 

Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami Dengan Tomat

Sebenarnya tomat ini berkhasiat untuk menghilangkan komedo yang membandel didaerah T.  Caranya adalah irislah tomat menjadi 2 bagian dan oleskan ke wajah yang berjerawta selama 15 menit sampai 1 jam lalu bilaslah dengan air bersih.

 

Demikian cara menghilangkan jerawat secara alami mudah-mudahan bermanfaat..:)

Tata Cara Mengurus Jenazah Muslim dan Menguburnya

]  Indonesia –  Indonesian – [ إندونيسي

Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa

 Dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin

 

Terjemah: Muhammad Iqbal A. Gazali

Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

 

 

 

2011 – 1432


﴿ صفة تجهيز الميت المسلم ودفنه﴾

« باللغة الإندونيسية »

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

الشيخ محمد بن صالح العثيمين

ترجمة: محمد إقبال أحمد غزالي

مراجعة: أبو زياد إيكو هاريانتو

2011 – 1432


 

Tata Cara Mengurus Jenazah Muslim Dan Menguburnya

          Pertanyaan 1:   Bagaimana cara memandikan jenazah? Apakah nasehat Syaikh kepada para penuntut ilmu dalam hal itu dan yang mau memandikan jenazah?

Jawaban 1:  Tata cara memandikan jenazah adalah  melaksanakannya di tempat tertutup yang tidak dilihat orang lain, tidak ada yang hadir selain yang ikut memandikan atau yang membantunya. Kemudian dilepas pakaiannya setelah diletakkan kain di atas auratnya sehingga tidak terlihat. Kemudian mengeluarkan kotoran yang diperutnya dan membersihkannya. Kemudian diwudhukan seperti wudhu untuk shalat, namun para ulama mengatakan  tidak memasukkan air ke hidung dan mulutnya. Sesungguhnya hanya menggunkan kain yang dibasahi dan digosokkan ke gigi dan dalam hidungnya. Kemudian setelah itu dibasuh kepalanya kemudian dibasuh semua tubuhnya, dimulai dari sebelah kanan dan sebelah kemudian menyusul sebelah kiri. Sebaiknya diberikan daun bidara di air karena ia membersihkan, dibasuh kepala dan jenggotnya dengan buih daun bidara. Dan juga diberikan kapur barus atau sedikit dari kapur barus dalam basuhan terakhir, karena Nabi Muhammad  shallallahu ‘alahi wa sallam menyuruh dengan hal itu kepada para wanita yang memandikan putrinya :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (اِجْعَلْنَ فِى الْغَسْلَةِ اْلأَخِيْرَةِ كَافُوْرًا أَوْ شَيْئًا مِنْ كَافُوْرٍ) متفق عليه

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Jadikanlah dalam basuhan terakhir kapur atau sedikit dari kapur. ‘ [1] kemudian mengeringkannya lalu meletakkannya di kafannya.

Memandikan jenazah adalah fardhu kifayah –sebagaimana sudah diketahui- apabila dilakukan oleh orang lain gugurlah kewajiban itu dari yang lain. Atas dasar ini, siapa yang melaksanakannya berarti ia telah melaksanakan fardhu kifayah, diberi pahala atasnya pahala fardhu. sebaiknya yang memandikannya adalah orang yang mengetahui tata cara memandikan secara syar’i dan tidak mesti harus penuntut ilmu yang melakukan hal itu secara langsung, karena penuntut ilmu terkadang sibuk dengan sesuatu yang lebih penting, di mana sesungguhnya memandikan jenazah bisa dilakukan oleh orang yang memadai dari sisi tanggung jawab, akan tetapi mereka wajib diberikan pemahaman tata cara memandikan jenazah, mengkafani, sehingga mereka memahami tugas mereka. Wallahu A’lam.

Syaikh Muhammad al-Utsaimin – Fatawa fi ahkamil janaiz hal. 86 – dikumpulkan dan disusun oleh Fahd alu Sulaiman.

Pertanyaan 2 : Kami mengharapkan penjelasan dengan menulis apa-apa yang harus dan yang wajib pada seorang muslim saat mengubur dan menyiapkan penguburannya, juga menuliskan apa-apa yang sunnah dalam bab ini.

Jawaban 2 :  Apabila sudah pasti meninggalnya seorang muslim, disyari’atkan bagi orang yang ada di sekitarnya memejamkan matanya, mengikat rahangnya dan menutupinya, dan segera mengurusnya. Dimulai dengan memandikannya secara syar’i yaitu membasuh kedua tangannya, kemudian mengelurkan kotoran dari perutnya, mewudhukannya seperti wudhu shalat. Kemudian dibasuh kepala dan jenggotnya dengan air yang dicampur dengan daun bidara atau semisalnya berupa sabun atau asynaan[2]. Kemudian menyiram air di sebelah kanan, kemudian sebelah kiri. Kemudian melakukan hal yang sama yang kedua dan ketiga. Jika belum bersih, ditambah hingga lima kali atau tujuh kali dan berikan kapur barus dibasuhan terakhir jika ada. Dan setelah itu diberikan minyak wangi  di lipatan kaki dan tangannya, tempat-tempat sujudnya, dan jika ia diberikan minyak wangi di seluruh bagian tubuh nya maka lebih baik. Jika ia mencukupkan dengan sekali mandi saja maka hal itu boleh. Rambut perempuan diikat tiga ikatan (sanggul) dan diletakkan di belakangnya. Kemudian dikafani (jenazah laki-laki) dengan tiga kain putih yang tidak ada padanya pakaian dan surban, dilipat satu persatu. Dan boleh dikafan pada pakaian, sarung dan satu lipatan, atau satu lipatan saja. Perempuan dikafani  dengan lima helai kain yaitu pakaian, penutup kepala, kain dan dua lipatan. Dan jika dikafan pada satu lipatan juga boleh, dan dishalatkan atasnya  shalat jenazah secara syar’i, takbir dan membaca al-Fatihah, takbir dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam, kemudian takbir dan berdoa untuk mayit, dan jika ia membaca doa yang ma’tsur maka lebih baik, di antaranya :

(اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا, وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا. اَللّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلإِيْمَانِ, اَللّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ, وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوْبِ وَالْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ, وَأَبْدِلْهُ دَاراً خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ) رواه أحمد ومسلم

‘Ya Allah, ampuni yang hidup dan mati dari kami, yang hadir dan tidak hadir dari kami, yang kecil dan besar dari kami, laki-laki dan perempuan dari kami. Ya Allah, siapa yang Engkau hidupkan dari kami maka hidupkan ia di atas Islam dan siapa yang Engkau wafatkan dari kami maka wafatkan ia di atas iman. Ya Allah, jangan Engkau menghalangi kami untuk memperoleh pahalanya dan janganlah Engkau sesatkan kami sepeninggalnya. Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkan dia (dari hal yang tidak disukai), maafkanlah dia, muliakannlah tempatnya, luaskanlah kuburnya, dan mandikanlah dia dengan air, salju dan es. Bersihkanlah dia dari segala dosa dan kesalahan sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia) dan berilah dia keluarga yang lebih baik dari pada keluarganya (di dunia(. Masukkanlah ia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka.’[3] Kemudian takbir ke empat dan satu kali salam ke sebelah kanan.

Jenazah tidak boleh diikuti dengan penerangan lampu, tidak boleh ditinggikan suara dalam berdoa bersamanya dan tidak pula tahlil. Jenazah diletakkan di lahat jika memungkinkan, jika tidak bisa dibuat shaqq (lobang di tengah kubur). Setelah kubur diratakan tanah, dianjurkan para hadirin agar berdiri sesaat, memohon ampun untuknya dan memohon keteguhan baginya. Tidak boleh ditunda kecuali dalam batas kebutuhan mengurusnya atau menunggu datang kerabatnya, atau tetangganya, apabila hal itu tidak terlalu lama menurut pandangan umum, berdasarkan sabda Nabi Muhammad  shallallahu ‘alahi wa sallam :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (أَسْرِعُوْا بِالْجَنَازَةِ) متفق عليه

Segeralah mengurus jenazah.’[4]al-Hadits. Tidak boleh diadakah walimah atau tidak boleh didirikan tenda dan semisalnya, yang biasa dinamakan tanda berduka cita. Orang yang tidak sempat shalat atasnya boleh shalat di atas kuburnya apabila ia berada di kuburan si mayit hingga batas dua bulan. Sesungguhnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wa sallam shalat di atas kubur Ummu Sa’ad radhiyallahu ‘anha setelah dikuburkan satu bulan.’[5]

Tidak boleh menguburkan seorang muslim di pemakaman kaum Nashrani dan orang-orang kafir lainnya seperti Yahudi, komunis dan penyembah berhala (paganisme).

Wabillahit taufiq, semoga shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

Fatawa Lajnah Daimah Untuk Riset Ilmiah dan Fatwa 8/353.


[1] HR. al-Bukhari 1253, 1254, 1258, 1263 dan Muslim 939.

[2] Jenis tumbuhan yang tumbuh di tanah berpasir, ia biasa digunakan atau abunya dalam mencuci pakaian atau tangan (dikutip dari Mu’jam Wasith).

[3] HR. Ahmad 2/368, 6/23,28, dan Muslim 963 dan selain keduanya.

[4]  HR. al-Bukhari1315 dan Muslim 933.

[5] HR. at-Tirmidzi 1038, Ibnu Abi Syaibah 11935, ath-Thabrani dalam al-Kabir 5378, al-Baihaqi dalam al-Kubra 6812, 6813 secara mursal dari hadits Sa’id bin Musayyab.